Memilih tempat gathering perusahaan sering kali dianggap sebagai urusan teknis yang sederhana. Tim penyelenggara cukup mencari lokasi yang menarik, membandingkan beberapa penawaran, lalu menentukan pilihan yang dianggap paling sesuai dengan anggaran. Namun dalam praktiknya, banyak kendala acara justru muncul karena proses evaluasi venue dilakukan terlalu cepat atau hanya berdasarkan informasi di proposal. Sebuah venue mungkin […]
Author Archives: Muhamad Tirta
Setiap perusahaan tentu ingin kegiatan gathering berjalan lancar sesuai tujuan yang telah direncanakan. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit perusahaan yang mengalami pembengkakan anggaran meskipun perencanaan biaya telah dibuat jauh sebelum acara berlangsung. Masalah ini biasanya bukan disebabkan oleh kesalahan perhitungan biaya utama seperti venue, konsumsi, atau transportasi. Justru penyebab yang lebih sering terjadi adalah adanya […]
Banyak perusahaan menyusun budget gathering hanya berdasarkan perkiraan biaya venue dan konsumsi. Pendekatan ini terlihat sederhana, tetapi sering menimbulkan masalah ketika pelaksanaan acara berlangsung. Biaya transportasi, aktivitas team building, dokumentasi, hingga kebutuhan operasional tambahan kerap muncul di luar perhitungan awal sehingga total anggaran melampaui rencana yang telah disetujui. Bagi HRD dan tim Finance, kesalahan estimasi […]
Banyak perusahaan menerima beberapa proposal vendor gathering lalu langsung membandingkan angka di halaman terakhir: harga. Padahal, proposal dengan harga paling rendah belum tentu memberikan nilai terbaik, sementara proposal yang terlihat lebih mahal bisa saja menawarkan ruang lingkup pekerjaan yang jauh lebih lengkap. Kesalahan ini sering membuat tim procurement dan HR menghadapi dua risiko sekaligus. Pertama, […]
Memilih vendor gathering perusahaan sering dianggap sebagai proses mencari harga terbaik atau lokasi yang paling menarik. Padahal, keputusan ini jauh lebih strategis daripada sekadar memilih penyedia jasa acara. Vendor yang tepat dapat membantu perusahaan menciptakan pengalaman yang terorganisir, aman, dan selaras dengan tujuan kegiatan. Sebaliknya, vendor yang kurang berpengalaman berpotensi menimbulkan masalah operasional, pembengkakan biaya, […]
Banyak gathering perusahaan mengalami hambatan bahkan sebelum program dimulai. Bukan karena vendor yang dipilih kurang kompeten atau anggaran yang tidak memadai, melainkan karena kebutuhan kegiatan tidak diterjemahkan ke dalam dokumen yang jelas sejak awal. HR memiliki target engagement, Procurement membutuhkan parameter evaluasi yang objektif, sementara Direksi menginginkan justifikasi anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Ketika ketiga kebutuhan […]
Banyak outing kantor gagal bukan karena tempatnya salah, tetapi karena aktivitasnya tidak mampu mengubah apa pun setelah acara selesai. Tim datang, tertawa, makan bersama, pulang, lalu kembali ke pola kerja yang sama: komunikasi tersendat, koordinasi lemah, dan hubungan antar divisi tetap berjarak. Ini masalah yang sering tidak disadari perusahaan ketika memilih format gathering. Di tengah […]
Banyak outing kantor gagal memberi dampak karena sejak awal perusahaan salah mendesain tujuannya. Acara dibuat untuk “senang-senang”, tetapi tidak menjawab masalah utama di dalam tim: komunikasi yang renggang, koordinasi yang lambat, dan hubungan kerja yang mulai kehilangan energi. Hasilnya, outing selesai, anggaran habis, tetapi pola kerja tetap sama. Di lingkungan kerja modern, tekanan target, perubahan cepat, […]
Menyampaikan Gagasan, Membangun Dialog Kebijakan Audiensi yang dilakukan oleh Gerbang Digital Pariwisata Indonesia (GDP) pada 14 April 2026 dengan DPR RI tidak dapat dibaca sekadar sebagai agenda presentasi formal. Pertemuan ini menunjukkan upaya untuk membawa gagasan teknokratik ke dalam ruang diskursus kebijakan, di mana ide tidak hanya dipaparkan, tetapi diuji relevansinya terhadap kebutuhan nasional. Dalam […]
Gambaran Umum Trekking di Sentul Trekking Sentul dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu opsi paling rasional bagi masyarakat urban yang mencari jeda singkat tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Lanskapnya tidak tunggal, melainkan tersusun dari kombinasi sawah terbuka, jalur sungai, hingga hutan teduh yang membentuk pengalaman berlapis dalam satu lintasan perjalanan. Karakter ini menjadikan […]