Setara Bersama Keluarga; Equality, Solidarity and Fraternity

Manusia sebagai mahluk yang unik, ia merupakan intelegensi yang berwujud, manusia menjadi obyek kehendak dan kesadarannya, karena hakekat manusia sebagai materi-intelegensi, maka ia membutuhkan ruang yang bersifat materi serta ruang untuk mengekpresikan kebutuhan intelegensi nya. Ruang itu hadir dalam sebuah community, yang didalamnya terjadi interaksi sosial antar sesama manusia alam dan lingkungan.

Obyek materi sosial adalah adalah kehidupan saat ini, dan struktur pembangunnya adalah sejarah dan peradaban dimasa lampau, sedangkan rantai ekosistem sosial meliputi ekonomi, politik, hukum, kebudayaan, lingkungan, dls. Interpretasi seseorang terhadap sosial adalah keterikatan individu pada sebuah community dan lingkungan pembentuk nya. Seorang materialis akan menterjemahkan kehidupan sosialnya pada nilai-nilai kebendaan dan interaksi sosialnya berpijak pada materi, begitupun dengan seorang idealis atau spiritualis akan menafsirkannya secara berbeda.

Perilaku sosial terbentuk dari pandangan logis dan apriori terhadap kebutuhan sebuah keteraturan dalam bercommunity, lalu diterapkan menjadi sebuah sistem kehidupan yang disepakati secara langsung ataupun tidak. Dalam sebuah community, sistem itu terlahir dari emosi dan akal budi individu yang dipengaruhi oleh lingkungan, selanjutnya dimanifestasikan menjadi perilaku kolektif. Gagasan keteraturan disetiap community akan berbeda antar satu dengan lainnya, inilah yang menjadi penciri keunikan perilaku sosial.

Pada hakekatnya manusia sebagai pembentuk community adalah satu keluarga, dimana setiap individu dengan individu lainnya memiliki kedudukan yang sama, karena berawal dari asal kejadian yang sama. Setiap manusia membutuhkan manusia lainnya dalam kehidupan sosial. Kebersamaan merupakan kenyataan yang dinamis, dimana setiap individu saling berinterkasi, saling mengisi, dan saling ada diantara satu dengan lainnya untuk hidup bersama mewujudkan realitas.

EQUALITY; kesetaraan yang berkeadilan dalam perbedaan

Allah, Tuhan semesta alam tidak membedakan berdasar pada keturunan, warna kulit, suku bangsa ataupun bentuk dan rupa lahir seorang manusia, Dia hanya melihat taqwa nya. Dalam hal ini persamaan dan kesetaraan diletakan dalam bentuk yang hakiki dan sempurna. Manusia diciptakan untuk menghormati sesama manusia dan untuk bercommunity. Perbedaan pada penciptaan asal usul, suku bangsa dan bentuk ataupun rupa manusia itu adalah keindahan yang saling melengkapi.

Dalam perkataan Ibnu Abbas, Taqwa merujuk kepada orang-orang yang meyakini (Allah) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya. Dengan kata lain taqwa adalah upaya atau perbuatan seseorang manusia untuk mencapai derajat yang tinggi dimata Tuhan nya.

Dalam hal ini, kesetaraan adalah posisi yang moderat, kesejajaran, keadilan serta berhubungan dengan perbedaan itu sendiri yang menjadi fitrah. Dalam kesetaraan, perbedaannya diletakan pada upaya dan perilaku seorang manusia untuk berlomba lomba dalam kebaikan.

SOLIDARITY ; keberagaman untuk saling melengkapi

Kejayaan dalam sebuah community tiada lain dikarenakan kuatnya sebuah kebersamaan diantara masyarakat pembangun nya. kebersamaan merupakan ikatan yang sangat kuat yang diletakan dalam hati, diramu dalam pemikiran dan dilakukan dengan perbuatan dari setiap individu yang sadar akan kekuatan dan kelemahannnya sebagai manusia.

Seorang individu dengan individu lainnya laksana sebuah kontruksi bangunan yang saling melengkapi dan menguatkan untuk memberi keteduhan, damai dan keteraturan. Kontruksi pembangunnya adalah kecerdasan sosial, intelektual, kecerdasan emosi dan spiritual berdasar pada pohon ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

FRATERNITY ; persaudaaraan dalam masyarakat yang majemuk 

Entitas hidup manusia dalam ruang masyarakat dan lingkungan hakekatnya merupakan perikatan tali kasih persaudaraan, perikatan terjadi karena hubungan biologis, ideologis, dan kesadaraan akan dirinya sebagai umat manusia. Sekat-sekat primordial yang membatasi dipupuk oleh rasa cinta kasih, penghargaan, pengakuan, penghormatan antar sesama manusia dan ekspresi pengamalan berbagai aturan yang menyelimutinya.

Persaudaraan merupakan wadah yang saling berikatan dalam pertalian hati dan dimensi akhlak, dipersatukan atas nama kebajikan dan di pandang sebagai kekuatan dari struktur kemanusian. Dalam persaudaraan terkandung makna bahwa manusia hadir bagi sesamanya untuk kemanusiaan, cinta kasih, untuk nasehat menasehati dalam kebaikan. Jika persaudaraan merupakan landasan dalam sebuah community, maka manifestasi persaudaraan adalah kedamaian

Dalam persaudaraan, yang terpenting bukanlah identitas formal yang menjadi pijakan, namun moralitas dan tindakan sosial seorang manusia yang saling memberi manfaat antar satu dengan yang lainnya, karena sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi manusia lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.