eco-Adventure ; sebagai pemantik kecerdasan ekologi

adventure

Adventure Sebagai pemantik kecerdasan ekologi

Eco-Adventure adalah  tindakan perjalanan berpetualang dan atau kegiatan berwisata yang dilakukan di alam bebas untuk mencari pengalaman dan pengetahuan yang berhubungan dengan lingkungan alam pembentuk ekosistem dan keragaman hayatinya, sekaligus menikmati keindahan bentang alam dan segala fenomena estetika yang unik dan sifatnya menarik.

Eco-Adventure merupakan salah satu program dalam gendre wisata minat khusus atau wisata alternatif, bercirikan petualangan yang dipadu padankan dengan pembelajaran dan pendidikan, program ini kegiatannya diselenggarakan pada kawasan Miniatur Halimun. Eco-Adventure merupakan salah satu pemantik kecerdasan ekologis.

H O T L I N E

+62 819-1005-4000

WHATSAPP

“Harmonisasi alam menjadi prioritas tanpa harus mengurangi daya dukung lingkungan terhadap hak dasar tiap makhluk untuk hidup, berkembang dan melakukan eksplorasi hidup”

– Kiade –

Eco-Adventure ; membangkitkan kepekaan akan hakikat alam dan keterikatannya dalam dunia pariwisata

Adventure – Hubungan timbal balik antara manusia dengan makhluk hidup lainnya dan unsur tak hidup telah menyebabkan manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, namun aktivitas yang dilakukan manusia terhadap lingkungan menyebabkan pula permasalahan lingkungan hidup. Permasalahan tersebut pada hakikatnya merupakan permasalahan ekologi.

Ekologi mengupas tentang hubungan mahluk hidup, khususnya manusia terhadap lingkungan hidupnya, ilmu tentang hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungan hidupnya disebut ekologi, Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Enerst Haeckel, seorang ahli biologi kebangsaan Jerman, ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu atau telaah, karena itu “ekologi berarti ilmu tentang rumah atau tempat tinggal makhluk hidup”, dengan demikian ekologi biasa artikan sebagai “ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya”, dalam ekologi transaksi yang di gunakan adalah Arus materi, energi, dan informasi dalam suatu komunitas atau beberapa komunitas materi, energi, dan informasi.

Dalam konsep ekologi “Pengelolaan lingkungan hidup bersifat Antroposentris“ artinya perhatian utama dihubungkan dengan kepentingan manusia, Kelangsungan hidup suatu jenis tumbuhan atau hewan selalu dikaitkan dengan peranan tumbuhan atau hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia baik material seperti bahan makanan dan non-material seperti keindahan dan nilai ilmiah, dengan demikian kelangsungan hidup manusia dalam lingkungan hidup sangat ditentukan oleh tumbuhan, hewan, dan unsur tak hidup.

Menurut Urie Bronfrenbrenner teori ekologi adalah suatu pandangan sosiokultural tentang perkembangan lima sistem lingkungan mulai dari masukan interaksi langsung dengan agen-agen sosial (social agents) hingga masukan kebudayaan yang berbasis luas, kelima pembagian tersebut adalah : 1. Mikrosistem merupakan setting dimana individu hidup; 2. Lingkungan mesosistem yang terdiri dari beberapa Mikrosistem; 3. Eksosistem; 4. Makrosistem meliputi kebudayaan dimana individu hidup. (Kebudayaan mengacu pada pola perilaku dan keyakinan) 5. Kronosistem meliputi peristiwa-peristiwa lingkungan dan transisi sepanjang rangkaian kehidupan dan keadaan-keadaan sosiohistoris.

Karena perhatian utama dalam tingkatan organisasi mahluk hidup dan lingkungan adalah Manusia, maka manusia harus memiliki kecerdasan dalam pengelolaan nya, material dan imaterial sebagai faktor utama pendukung kelangsungan hidup manusia selayaknya dikelola dengan memperhatikan daya dukung dan daya lenting lingkungan sehingga terjadinya harmonisasi elemen hidup.

Seorang peneliti dari universitas Harvard “Howard Gardner“, membagi kecerdasan dalam delapan macam kecerdasan atau inteligensia diantaranya adalah Kecerdasan Naturalis (Naturalist Intelligence), kecerdasan naturalis adalah suatu kekuatan kecerdasan dengan pemahaman sederhana tentang lingkungan dan memahami hakikat alam.

Lain hal hanya dengan Kecerdasan ekologis (dalam hal ini Kecerdasan dipahami sebagai suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan, kepekaan dan kesadaran) dimana kepekaan dan perilaku manusia terhadap hakikat alam yang di tuangkan pada manajemen hubungan manusia dan aktivitas social hidup nya berdasar pada nilai-nilai harmonisasi alam itu sendiri. Harmonisasi alam menjadi prioritas tanpa harus mengurangi daya dukung dan daya lenting lingkungan terhadap hak dasar tiap makhluk untuk hidup, berkembang dan melakukan eksplorasi hidup.

Dalam hal ini, manusia yang berada pada tingkatan organisasi mahluk yang tertinggi yang harus memiliki kekuatan karakter sebagai individu dan memiliki kepribadian yang luwes dan adaptif sebagai mahluk sosial terhadap aktivitas sosial hidupnya, alam yang menyediakan tempat belajar dan materi pembelajaran harus dapat menumbuh kembangkan pemahaman akan kesadaran seorang individu untuk berperan aktif dalam aktivitas sosial hidupnya, yang pada akhirnya nilai–nilai harmonisasi tercipta sacara utuh tanpa mengurangi potensi pemenuhan kebutuhan untuk mempertahankan fungsi lingkungan dan daya dukung nya.

Wisata merupakan salah satu bentuk ekspresi dalam memenuhi kebutuhan manusia yaitu  liburan dan relaksasi. Seiring tingginya kebutuhan untuk pemenuhan aktivitas wisata, wisata ekologi merupakan solusi untuk dunia pariwisata yang bergandeng erat terhadap lingkungan yang baik dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan sumber : Highland Indonesia

H O T L I N E

Layanan kami

outbound bogor dan outbound puncak-games simulasi

OutBound

Metode pendidikan yang berpijak pada petualangan dan pengalaman besutan Kurt Hahn di tahun 1941 itu lebih populer dengan sebutan OutBound. OutBound berasal dari kata Out of Boundaries, merupakan bentuk pengalaman langsung terhadap sebuah fenomena kehidupan yang di simulasikan dalam permainan edukatif sebagai katalis pengembangan tim, kepemimpinan dan pengembangan diri. Highland Indonesia® akan menyajikan untuk anda Outbound sebagai katalis pelatihan SDM dan sebagai kegiatan wisata bermuatan learning.

Paket OutBound
tempat gathering di puncak bogor

Gathering

Gathering di maknakan sebagai sebuah kegiatan yang di selenggarakan di suatu tempat dan pada suatu waktu tertentu, didalam ruang atau pun luar ruang oleh perusahaan, komunitas, organisasi atau pun keluarga guna mendapatkan penyegaran dan mempererat tali kekerabatan, namun pernahkan anda gathering ditengah hutan dengan suasana hangatnya alam dan kental dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa petualangan, atau gathering dilakukan di sebuah puncak bukit dengan pemandangan tak terbatas, bersama kami gahtering anda akan berbeda !

Paket Gathering
Camping outbound Bogor

Camping

Berbagai kegiatan dapat dilakukan pada saat camping seperti trekking, susur sungai, mengamati burung dan satwa liar lainnya, membuat api unggun kebersamaan atau memancing di sungai lalu memasaknya sendiri, itu memang seru !, namun ada yang tak kalah seru nya, kegiatan gathering atau Outing yang dikemas dengan konsep camping, disisipi kegiatan OutBound dan Adventure dalam nuansa kebersamaan dan learning. “Now I see the secret of making the best person, it is to grow in the open air, and to eat and sleep with the earth” Ngemping yuk !

Paket Camping
tempat wisata di puncak bogor

Adventure

Sebuah petualangan bergenre wisata minat khusus dihadirkan pada kawasan disekitar camp, hadir dengan cliff jumping dan body rafting dalam aktivitas jelajah air terjun di Curug Barong, Curug Naga dan Curug Priuk. "Ketika anda menelusuri jalanan setapak yang penuh tantangan dalam perjalanan treking hutan, menyusuri arus sungai dan jeramnya, berenang dalam kesegaran air berwarna hijau tosca ditengah eksotisnya formasi tajuk tegakan, alam akan menjadi untaian symponi yang menakjubkan dimana aktivitas fisik dan olah emosi anda akan berpadu peran dengan instrumen hutan".

Paket Adventure