Pustaka Indonesia sebagai perwujudan pariwisata 4.0

pustaka indonesia

Sebuah pertanyaan yang menggelitik “apakah Pariwisata 4.0 yang dianggap sebagai perwujudan dari efek gangguan (disrupting) Revolusi Industri 4.0 di sektor pariwisata yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dapat melindungi ekonomi kerakyatan, lokalitas dan pariwisata yang ramah?.

Sementara itu, saat inipun yang menguasai pasar pariwisata dengan platform digital yang dimiliki kelompok kapitalis dalam industri pariwisata Indonesia dengan sistem ekonomi pasar telah merebut persentase komisi rata-rata berkisar antara 12%-17% dari para pegiat dan penggiat yang secara langsung melakukan perannya dalam industri pariwisata, seperti hotel, camp, venue dan lainnya.

Pustaka Puncak

Siapa-siapa yang menguasai pasar, sesungguhnya ia akan mengendalikan alat produksi, sekaligus menggerakan roda perekonomian, maka pasar pariwisata harus dikuasai oleh masyarakat pariwisata, berasaskan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

– Kiade –

Apakah pariwisata 4.0 dapat melindungi ekonomi kerakyatan, lokalitas dan pariwisata ramah?

Revolusi industri jilid ke empat yang bercirikan penggunaan teknologi digital dan internet telah memberikan efek gangguan pada sektor industri di Indonesia, sektor pariwisata termasuk yang terdampak. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, mengusung Pariwisata 4.0 sebagai perwujudan pariwisata yang cerdas dengan penggunaan IoT (Internet of Things), Big Data, Technology based Business Models, Mobile Technology, Artificial Intelligent (AI), dan lainnya dalam industri pariwisata. Sejalan dengan pembangunan pariwisata yang sarat dengan teknologi Informasi dan Komunikasi, itu sangat berdampak langsung pada sistem ekonomi pasar yang terbangun. 

Saat ini, informasi pariwisata dan ekonomi kreatif sangat mudah didapatkan dalam platform-platform marketplace seperti Traveloka, RedDorz, Tripadvisor, Booking.com, Agoda, Pegipegi dan sebagainya. Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah mengubah secara keseluruhan industri pariwisata melalui media digital. Perusahan yang menyediakan beragam informasi pariwisata banyaknya dikelola dan dimiliki oleh pemain swasta dari luar negeri yang berprinsif pada sistem ekonomi pasar. Dengan itu, maka siapa yang memiliki teknologi dan modal yang kuat, maka merekalah sebagai penguasa industri pariwisata, kendatipun harus mengambil persentase komisi rata-rata berkisar antara 12%-17% dari para pegiat dan penggiat yang secara langsung melakukan perannya dalam industri pariwisata, seperti hotel, camp, venue dan lainnya.

Dan sebuah analogi matematika sederhana, “Jika seorang pengusaha membangun sebuah hotel dengan investasi 10.000.000.000,-, maka sesungguhnya pengusaha tersebut memberikan saham dengan tidak disadarinya sebanyak 12%-17% pada makelar yaitu pada perusahaan penyedia platform yang memasok pasar wisatawan/pengunjung”. Namun jikalau marketplace tidak ada di dunia, maka pasar pariwisata akan tetap ada dan berkembang sesuai dengan perkembangan industri pariwisata.

Apakah pariwisata 4.0 dapat melindungi ekonomi kerakyatan, lokalitas dan pariwisata yang ramah?.

Gerbang Digital Pariwisata Indonesia

Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas (disebut juga Gerbang Digital Pariwisata 4.0) adalah himpunan entitas industri pariwisata dalam sistem informasi pariwisata perwilayahan yang membentuk lanskap ekosistem digital pariwisata Indonesia, dan merupakan kumpulan pengetahuan serta informasi pariwisata yang terhimpun dalam aplikasi android, IOS dan website pada platform digital Pustaka Indonesia dan Pustaka Perwilayahan sebagai perwujudan dari pariwisata 4.0.

Lokalitas pada Gerbang Digital Pariwisata 4.0 menempatkan potensi pariwisata dan masyarakat setempat sebagai pusat ekosistem pariwisata perwilayahan sekaligus pembangkit potensi pariwisata lokal yang berasaskan ekonomi kerakyatan, karena “barangsiapa yang menguasai pasar, sesungguhnya ia akan mengendalikan alat produksi, sekaligus menggerakan roda perekonomian”. Karenanya, pasar pariwisata harus dikuasai oleh masyarakat pariwisata berbasis lokalitas dan berasaskan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Gerbang Digital Pariwisata 4.0 menciptakan pengalaman berwisata dan usaha pariwisata yang diperkaya dengan bantuan teknologi untuk kemudahan para stakeholder (pemangku kepentingan) di era revolusi Industri jilid ke-4.

Pariwisata Indonesia di era revolusi industri jilid 4.0

Pariwisata 4.0 (tourism 4.0) merupakan adaptasi sektor industri pariwisata yang mengikuti erupsi perkembangan revolusi industri jilid ke 4.0 sehingga pariwisata menjadi lebih cerdas dan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pengusaha pariwisata dengan penggunaan unsur teknologi IoT (Internet of Things), Big Data, Technology based Business Models, Mobile Technology, Artificial Intelligent (AI), dan yang lainnya.

Pengembangan industri pariwisata dengan menggunakan teknologi dalam era revolusi industri 4.0 memungkinkan industri pariwisata menjadi lebih cerdas (smart) dan teknologi informasi komunikasi (TIK/ICT) menjadi tulang punggungnya, sehingga Pariwisata 4.0 adalah keniscayaan di era revolusi industri jilid ke-empat, dan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 merupakan perwujudan dari efek gangguan (disrupting) atas revolusi Industri 4.0 terhadap sektor pariwisata Indonesia dengan memperkuat pada elemen :

    1. Lokalitas
    2. Ekonomi Kerakyatan
    3. Wisata Ramah
      .

Lokalitas dalam Pariwisata 4.0

Masyarakat yang menetap/tinggal dan beraktivitas disuatu perwilayahan (lokal) memiliki kemampuan lebih untuk menghadirkan detail demi detail dari setiap sudut keindahan lansekap alam, arsitektur, budaya dan pelayanan di sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan interaksi yang terbangun selama bertahun-tahun pada sebuah destinasi maupun atraksi wisata serta pada elemen pendukungnya telah melahirkan kontruksi pengetahuan secara mendetail yang sekaligus membangun pengalaman atas keadaan wilayahnya.

    1. Lokalitas berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas dan atau dibatasi oleh wilayah lain. Lokalitas mengasumsikan adanya sejumlah garis pembatas yang bersifat permanen, tegas, dan mutlak yang mengelilingi satu wilayah atau ruang tertentu. Dalam Gerbang Digital Pariwisata, lokalitas merujuk pada perwilayahan meliputi kawasan pariwisata , wilayah administratif kabupaten / kota dan taman nasional. Dan, lokalitas juga berkaitan erat dengan :
    2. Kehidupan sosial, kearifan lokal, seni, budaya dan lingkungan pembentuknya yang bersifat setempat dan menjadi komponen sumber daya pariwisata pada suatu wilayah atau perwilayahan formal/fungsional.
    3. Semua aspek informasi pariwisata dan usaha kreatif, manajemen dan bisnis dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0 yang bersifat setempat, dikelola oleh warga dan atau lembaga yang berkedudukan dan atau tinggal/menetap dan atau melakukan aktivitas pariwisata di perwilayahan.

Ekonomi kerakyatan dalam Pariwisata 4.0

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, berasas kekeluargaan, dan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM). Dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0, Ekonomi kerakyatan dimaksudkan :

    1. Sebagai kegiatan ekonomi dan atau usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang dijalankan oleh warga kebanyakan (popular) yang bersama-sama mengelola sumber daya pariwisata dan usaha Kreatif, bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dan persaingan sehat dengan Pustaka Perwilayahan sebagai media pemasaran dan promosi pariwisata dan usaha kreatif .
    2. Adalah upaya merebut monopoli pasar pariwisata dan usaha kreatif dari sistem yang dikendalikan oleh pemilik swasta dan atau sekelompok orang dengan kekuatan modal dan teknologi dengan tujuan memperoleh keuntungan ekonomi sebesar-besarnya dalam ekonomi pasar. Selanjutnya, dikembalikan kepada penggiat dan pegiat pariwisata melalui penyelenggaraan dan mekanisme persaingan yang berkeadilan, berasas
    3. kekeluargaan dan berkedaulatan atas masyarakat pariwisata.
      Gerbang Digital Pariwisata 4.0 berasal dari masyarakat pariwisata yang dilakukan atau ditumbuh kembangkan oleh para pegiat dan penggiat pariwisata untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan kemajuan dunia pariwisata Indonesia.

Pariwisata Ramah

Wisata Ramah meliputi nilai-nilai kebaikan yang berkelanjutan serta bertambahnya kebermanfaatan (berkah) terhadap lingkungan, masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam industri pariwisata, serta sebagai pembangkit pariwisata Indonesia dengan berpijak pada keberpihakan lingkungan alam dan sosial, ekonomi, budaya dan kearifan lokal masyarakat yang menyelimutinya, dilakukan secara harmonis, berlandaskan kerendahan dan keikhlasan hati serta kebijaksanaan pikiran untuk bergerak dan bertindak dalam prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Pustaka Indonesia ; Pusat Informasi Pariwisata Indonesia

Interaksi yang terbangun pada masyarakat lokal selama bertahun-tahun di sebuah destinasi, atraksi wisata dan pada elemen pendukungnya telah melahirkan kontruksi pengetahuan dan pengalaman atas keadaan wilayahnya. Masyarakat setempat memiliki kemampuan yang lebih untuk menghadirkan detail demi detail dari setiap sudut keindahan lansekap alam, arsitektur, budaya dan lainnya dalam sebuah narasi, juga pada jepretan lensa kamera, dan memiliki kemampuan untuk menghadirkan rasa yang terkandung pada setiap destinasi/atraksi wisata untuk dihadirkan dalam bentuk pengetahuan dan informasi pada Pustaka Indonesia dan Pustaka Perwilayahan.

Pustaka Indonesia

Pustaka Indonesia adalah identitas penciri (brand) platform Digital Gerbang Digital Pariwisata Indonesia yang disematkan pada aplikasi Android, IOS dan Website, dan merupakan lanskap ekosistem digital pariwisata Indonesia, di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses pariwisata.

Pustaka Perwilayahan

    1. Adalah identitas merek (brand identity) Platform Digital Gerbang Digital Pariwisata 4.0 yang disematkan pada setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten, kota dan Taman Nasional yang ada di Indonesia dengan aplikasi Android, IOS dan Website.
    2. Merupakan sistem informasi (SI) dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses bisnis pariwisata di setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional yang ada di Indonesia.
    3. Adalah himpunan entitas industri pariwisata yang berada pada kawasan wisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional, terhimpun dalam sistem informasi perwilayahan dan tersambung pada lanskap ekosistem digital informasi .

Pustaka Puncak sebagai role model Pustaka Perwilayahan

Pustaka kependekan dari Pusat Informasi Pariwisata kawasan/kota/kabupaten. Dan, Pustaka Puncak dapat diartikan sebagai “Pusat Informasi Pariwisata Kawasan Puncak”. Pustaka Puncak menginformasikan tentang tempat wisata, camping ground, villa, hotel dan tempat akomodasi lainnya, restauran, toko souvenir/cinderamata, warung oleh-oleh, produk kreatif dan lainnya, program perjalanan wisata, MICE, dan lainnya yang ada dalam kawasan pariwisata Puncak Bogor. Pustaka Puncak merupakan himpunan entitas industri pariwisata dikawasan puncak dalam ekosistem digital perwilayahan yang terhubung dalam lanskap digital informasi pariwisata Indonesia.

Pustaka Puncak merupakan role model dari 1. Platform digital; 2. Manajemen dan bisnis; serta 3. Model pengembangan perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata perwilayahan (GDP Puncak).

    1. Platform Digital Pustaka Puncak ; adalah himpunan/kumpulan pengetahuan dan informasi atas industri pariwisata yang berada dikawasan pariwisata Puncak Bogor dalam aplikasi android, IOS dan website, atau dengan kata lain Pustaka Puncak menghadirkan informasi pariwisata dalam satu genggaman “Puncak dalam satu genggaman”.
    2. Management dan Bussiness ; adalah proses tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan atas platform digital, sehingga terciptanya aktivitas pariwisata dan dampak keekonomian kepada para pegiat dan penggiat pariwisata di Puncak yang bersumber dari platform Pustaka Puncak.
    3. Perkumpulan GDP Puncak ; adalah masyarakat pariwisata di kawasan Puncak yang meliputi para pemilik dan pengelola hotel, camp, villa, dan akomodasi lainnya, tempat wisata, warung kopi, souvenir/oleh-oleh, pelaku kreatif dan lainnya, serta para pegiat serta penggiat serta aktivitas pariwisata dan lainnya. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata Puncak (GDP Puncak) merupakan pelaku utama sebagai pembangkit Pariwisata di Puncak Bogor dengan platform digital sebagai medianya.

Pustaka Puncak merupakan sistem informasi (SI) dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses bisnis pariwisata dan usaha kreatif di kawasan Puncak Bogor. Sistem Informasi yang dimaksud, adalah bahwa Pustaka Puncak tidak hanya sebatas merujuk pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi semata, tetapi juga cara dimana para penggiat dan pegiat pariwisata dan usaha kreatif yang berada di kawasan puncak dapat berinteraksi dengan teknologi, membangun jejaring sosial dan bisnisnya dalam mendukung proses dan aktivitas pariwisata dan kreatif.
..

Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata 4.0

Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 ataupun perwilayahan merupakan kumpulan penggiat dan pegiat pariwisata dan usaha kreatif , akademisi, pengusaha dan pemerintah untuk mewujudkan pariwisata 4.0 yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan masyarakat pariwisata dan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat.

    1. Pegiat pariwisata meliputi pemilik tempat wisata, hotel dan tempat akomodasi lainya, restaurant dan usaha sejenisnya, pedagang oleh-oleh / cinderamata, pengrajin dan usaha sejenisnya, EO pariwisata dan lainnya, masyarakat desa wisata, usaha kreatif dan lainnya, pegiat dan penggiat pariwisata dan kreatif yang terkait secara langsung dan tidak langsung dalam kegiatan pariwisata yang berkedudukan di setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional di Indonesia.
    2. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 mengelola Pustaka Perwilayahan sebagai media informasi, pemasaran, usaha pariwisata dan kreatif untuk kepentingan anggota dan sektor pariwisata di perwilayahan.
      .

Simpulan Pustaka Indonesia sebagai perwujudan pariwisata 4.0

Apakah pariwisata 4.0 sebagai perwujudan yang diakibatkan oleh goncangan Revolusi Industri 4.0 di sektor pariwisata yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dapat melindungi ekonomi kerakyatan, lokalitas dan pariwisata yang ramah?.

Penulis berpendapat bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada seluruh masyarakat Indonesia menjadi kunci penting perlindungan terhadap ekonomi kerakyatan diera ekonomi pasar dan Revolusi Industri 4.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published.