Kopi Paseban ; Kopi dengan Citarasa Hutan

Kopi Paseban; taste from nature

Kopi Paseban merupakan varietas kopi Robusta, adalah subspesies Coffea canephora, yaitu Coffea canephora var. Robusta yang di hasilkan dari hutan-hutan di pungungan gunung Paseban (1.389 Mdpl) Megamendung, Bogor dengan karakter bioma hutan basah (hutan hujan tropis). Robusta yang didatangkan oleh Belanda untuk menggantikan produksi kopi arabika di Indonesia, memiliki Aroma yang kuat, kasar, cenderung earthy dan nutty, dengan rasa yang lebih pahit karena memiliki kadar kafein dua kali lebih banyak dibandingkan arabika, bentuk bijinya bulat, lebih kecil namun padat dengan tekstur sedikit kasar.

Tanaman kopi robusta menyebar didalam hutan-hutan punggungan gunung Paseban, lainnya berada di kebun-kebun masyarakat di sekitar hutan. Sebagian besar petani kopi robusta di Paseban bernaung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH),  yaitu kumpulan petani atau perorangan yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan diluar kawasan hutan yang meliputi usaha hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan, baik di hulu maupun di hilir, dan sebagiannya bernaung di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Sebagian besar Hutan di punggungan gunung Paseban di kelola oleh perum perhutani dengan jenis hutan homogen, sebagiannya lagi adalah hutan masyarakat. kopi robusta yang dibudidayakan oleh masyarakat  banyak di budidayakan dikawasan perhutani dan hutan masyarakat dengan pendekatan Agroforestry.  Agroforesty sebagai upaya dalam memaksimalkan potensi sumber daya alam untuk dimanfaatkan petani yang menggarap lahan hutan milik pemerintah dengan titik berat berbasis ramah lingkungan. 

Agroforesty berbasis kopi yang di upayakan oleh penduduk disekitar gunung Paseban merupakan upaya pengaturan ruang hutan dalam interaksi ekologi, ekonomi dan unsur-unsurnya. 

kopi robusta paseban
Pohon kopi robusta tumbuh diantara pohon hutan

Model Agroforestri Berbasis Kopi di Paseban

Tanaman kopi membutuhkan tanaman penaung untuk mempertahankan produksi dalam jangka panjang, mengurangi kelebihan produksi  dan mati cabang (DaMatta dkk, 2007 dalam Supriadi dan Pranowo, 2015). Pada tanaman kopi tanpa penaung, selama periode pembungaan terjadi peningkatan penyerapan karbohidrat oleh daun dan cabang untuk menunjang proses pembentukan pembuahan. Akibatnya akar, cabang dan daun mengalami kerusakan. Dengan adanya tanaman penaung proses pematangan buah diperlambat sehingga dapat mengurangi kelebihan produksi dan kerusakan pada akar, daun dan cabang (Muschler, 2001 dalam Bote dan Struik, 2011; dan Ricci dkk, 2011 Supriadi dan Pranowo, 2015). 

Panen dan Pasca Panen Kopi Paseban

Buah kopi dapat mulai dipanen pada saat pohon kopi berusia sekitar 2,5 – 3 tahun. Buah yang matang ditandai perubahan warna kulit dari hijau tua  menjadi kuning lalu menjadi berwarna merah. Kopi yang sudah berwarna merah itu sebagai pertanda bahwa kopi sudah masak penuh dan menjadi kehitam-hitaman setelah masak penuh terlampaui.

Pemanenan buah kopi dilakukan pada saat kopi sudah masak penuh, selanjutnya dilakukan sortasi atau pemilihan biji kopi, pengupasan dan fermentasi biji, pencucian lalu pengeringan biji kopi. Sebagian besar petani kopi Paseban akan menjual kopi yang sudah kering dalam bentuk biji kopi kering, sebagiannya lagi dijual dalam bentuk kopi bubuk setelah melewati proses penyangraian dan penumbukan secara tradisional dengan menggunakan lesung.  

Menikmati secangkir kopi Paseban di Cafe Rimba (sebuah rencana)

Menikmati secangkir kopi dari lingkungan kopi di produksi, akan menjadi pengalaman tersendiri, bukan sebatas tegukan demi tegukan, atau aroma yang keluar dalam secangkir kopi panas yang menjadi sensasi, namun suasana hutan dan aroma pepohonan kopi akan menambah citarasa dari secangkir kopi panas.

Cafe Rimba atau Cafe Halimun merujuk pada rencana pembangunan kedai kopi yang berada dalam Kawasan miniatur Halimun, kedai kopi ditengah hutan Homogen yang kerap diselimuti oleh kabut (Halimun dalam bahasa sunda berarti kabut). Kedai kopi ini akan menyuguhkan kopi Paseban, kopi Cibulao dan kopi-kopi lokal yang dihasilkan dari pegunungan Halimun, seperti kopi Brido menjadi kopi khas Desa Ciasihan yang tanamannya telah ada sejak zaman kolonialisme Belanda (sebutan Kopi Brido ini merujuk pada Hybrid kopi, biasanya masyarakat sunda di pelosok lebih suka mensederhanakan sebuah kata-kata asing).

Layanan kami

outbound bogor dan outbound puncak-games simulasi

OutBound

Sebagai metode mengembangkan tim, kepemimpinan dan pengembangan diri, OutBound merupakan bentuk pengalaman langsung terhadap sebuah fenomena kehidupan yang di simulasikan dalam permainan edukatip. kami akan menyajikan nya untuk anda Outbound sebagai metode pelatihan SDM dan OutBound sebagai kegiatan wisata bermuatan learning. Joint With US, contact HOTLINE !

outbound traveloka poto bareng

Gathering

Pernahkan anda mengikuti gathering perusahaan yang diselengarakan di lingkar suasana hutan alam dengan hangatnya camping ground yang kental dengan kegiatan-kegiatan bernuansa petualangan dan edukasi, atau gathering yang dilakukan di sebuah puncak bukit dengan pemandangan Megahnya 3 puncak gunung. Bersama kami gahtering anda akan berbeda. Joint With US, contact HOTLINE !

Camping outbound Bogor

Camping

Berbagai kegiatan dapat dilakukan pada saat camping seperti trekking, susur sungai, membuat api unggun kebersamaan, itu memang seru !, namun ada yang tak kalah seru nya ketika kegiatan gathering perusahaan atau Outing yang dikemas dengan konsep camping, disisipi kegiatan OutBound dan Adventure dalam nuansa kebersamaan dan learning.  Ngemping yuk di Highland ! 

Outbound Bogor dalam archery games

Paintball dan Archery 

Selain untuk memicu adrenalin atau sebatas permainan yang menyenangkan, Paintball mampu melatih kecerdasan, ketepatan, fokus dan strategi team. hal berbeda dengan “Archery Attack” yang menganut konsep permainan lokal, yaitu sebuah permainan menggunakan panah dan busur sebagai alat nya. Archery Attack inipun serunya tidak kalah dengan paintball, anda mau nyoba ?

H O T L I N E